Panduan Lengkap Fine Needle Aspiration Biopsy (FNAB) Biopsi Aspirasi Jarum Halus
Apa Itu FNAB?
FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) atau dalam bahasa Indonesia disebut Biopsi Aspirasi Jarum Halus adalah prosedur medis sederhana untuk mengambil sedikit sel dari benjolan atau nodul di tubuh Anda, lalu diperiksa di bawah mikroskop oleh dokter spesialis patologi anatomi.
Bayangkan seperti dokter mengambil sedikit 'sampel' dari benjolan itu, untuk mengetahui apakah sel-selnya normal, jinak, atau mengkhawatirkan. Jarum yang digunakan sangat tipis — lebih tipis dari jarum suntik biasa — sehingga prosedur ini umumnya tidak perlu bius total.
Mengapa Prosedur Ini Penting?
FNAB adalah langkah pertama yang krusial dalam menentukan apakah sebuah benjolan bersifat jinak atau ganas. Tanpa FNAB, dokter tidak dapat membedakan benjolan biasa dari kanker hanya dari pemeriksaan fisik atau USG saja. FNAB membantu dokter membuat keputusan yang tepat — apakah perlu operasi, pemantauan, atau tidak perlu tindakan apa pun.
Mengapa FNAB Sangat Penting?
FNAB bukan sekadar prosedur rutin — ia adalah penjaga gerbang antara pemantauan dan operasi, antara ketenangan dan tindakan. Berikut lima alasan utama mengapa FNAB merupakan tindakan yang sangat bernilai:
1 Mendeteksi Kanker Lebih Awal Sebelum Menyebar
Kanker tiroid yang ditemukan pada stadium dini memiliki tingkat kesembuhan mendekati 100%. FNAB memungkinkan dokter mengidentifikasi keganasan sebelum terjadi penyebaran ke kelenjar getah bening atau organ lain, sehingga pilihan pengobatan lebih beragam dan hasilnya jauh lebih baik. Menunda pemeriksaan karena takut atau tidak tahu dapat berakibat kanker sudah stadium lanjut saat ditemukan.
2 Menghindari Ribuan Operasi yang Tidak Diperlukan
Sebelum era FNAB, sekitar 40–60% pasien dengan benjolan tiroid yang dioperasi ternyata memiliki benjolan jinak — artinya mereka menjalani operasi yang tidak perlu. Dengan FNAB, 70–75% benjolan dapat dikonfirmasi jinak tanpa perlu pisau bedah. Ini berarti FNAB telah mencegah ribuan operasi tiroid yang tidak perlu terjadi setiap tahunnya di seluruh dunia.
3 Jauh Lebih Aman dan Hemat Dibanding Operasi
Operasi tiroid membawa risiko yang nyata: perdarahan, cedera saraf yang mengatur suara (nervus laringeus rekuren), hipokalsemia akibat kelenjar paratiroid ikut terangkat, serta rawat inap berhari-hari. Biayanya juga puluhan kali lebih besar dibanding FNAB. Dengan menyaring pasien melalui FNAB terlebih dahulu, hanya mereka yang benar-benar membutuhkan yang dirujuk ke pembedahan.
4 Memberikan Kepastian dan Mengakhiri Kekhawatiran
Menunggu kepastian tentang sebuah benjolan bisa menjadi pengalaman yang sangat menyiksa secara psikologis. Hasil FNAB yang menunjukkan jinak — yang merupakan mayoritas hasil — memberikan konfirmasi ilmiah yang nyata dan mengakhiri ketidakpastian tersebut. Pasien dapat melanjutkan hidup dengan tenang, mengetahui benjolan mereka dipantau dengan tepat.5 Mengarahkan Pengobatan yang Paling Tepat
Tidak semua benjolan 'mencurigakan' memerlukan respons yang sama. FNAB memberikan informasi seluler spesifik yang memungkinkan dokter merancang rencana pengobatan yang proporsional — mulai dari pemantauan berkala, pemeriksaan molekuler tambahan, hingga operasi dengan lingkup yang sesuai (lobektomi vs. tiroidektomi total). Tanpa FNAB, keputusan klinis menjadi 'gelap' dan tidak terarah.
Tahukah Anda? Dampak Revolusioner FNAB
Sebelum FNAB digunakan secara luas pada era 1980-an, hampir semua nodul tiroid yang mencurigakan langsung dioperasi. Kini, berkat FNAB, sekitar 70–75% pasien dengan nodul tiroid dapat dipastikan benjolannya jinak dan cukup dipantau — TANPA operasi. Prosedur sederhana ini telah merevolusi tata laksana penyakit tiroid secara global dan menjadi standar baku di lebih dari 96% praktik endokrinologi dunia.
Pada Kondisi Apa FNAB Dilakukan?
FNAB paling sering dilakukan pada:
• Nodul (benjolan) tiroid yang ditemukan saat pemeriksaan fisik atau USG leher
• Kelenjar getah bening yang membesar dan tidak jelas penyebabnya
• Benjolan di payudara, kelenjar parotis, atau jaringan lunak lainnya
• Massa di paru-paru, hati, atau organ dalam lainnya (dilakukan dengan panduan CT Scan atau USG)
Pada tiroid, panduan internasional (ATA 2015) merekomendasikan FNAB untuk:
• Nodul tiroid berukuran lebih dari 1 cm dengan gambaran USG yang mencurigakan
• Nodul berukuran lebih dari 2 cm meskipun gambaran USG tampak jinak
• Nodul berukuran lebih dari 4 cm, terlepas dari tampilan USG-nya
• Nodul kecil (<1 cm) jika ada faktor risiko tinggi seperti riwayat radiasi kepala-leher atau keluarga dengan kanker tiroid
Bagaimana Prosedur FNAB Dilaksanakan?
Prosedur ini singkat, biasanya memakan waktu 15–30 menit. Berikut tahapan yang biasanya Anda alami:
1. Persiapan: Anda berbaring atau duduk. Kulit di area yang akan ditusuk dibersihkan. Dokter mungkin menggunakan anestesi lokal (bius setempat) agar terasa lebih nyaman.
2. Panduan USG: Dokter radiologi atau klinisi akan menggunakan alat USG untuk melihat posisi benjolan secara real-time di layar, memastikan jarum masuk ke tempat yang tepat.
3. Pengambilan sampel: Jarum halus (ukuran 23–27 gauge, lebih tipis dari jarum infus biasa) dimasukkan ke dalam benjolan. Sel-sel diaspirasi atau ditarik masuk ke dalam jarum.
4. Pengulangan: Biasanya dilakukan 2–3 tusukan (pass) untuk memastikan sampel cukup mewakili seluruh area benjolan.
5. Selesai: Jarum dicabut, luka kecil ditutup dengan plester. Sampel dikirim ke laboratorium patologi anatomi untuk diperiksa.
Apakah Prosedur Ini Sakit?
Sebagian besar pasien menggambarkan rasa tidak nyaman yang ringan — mirip dengan suntikan biasa. Karena jarum yang digunakan sangat tipis, rasa sakitnya jauh lebih minimal dibanding prosedur biopsi lainnya. Beberapa pasien merasa sedikit nyeri atau lebam ringan setelah prosedur, yang akan hilang dalam 1–2 hari.
Apakah Ada Risiko?
FNAB adalah prosedur yang sangat aman. Komplikasi serius sangat jarang terjadi. Yang mungkin dialami adalah:
• Memar atau nyeri ringan di area tusukan (paling umum, hilang sendiri dalam 1–2 hari)
• Perdarahan kecil di tempat tusukan
• Infeksi (sangat jarang, terutama jika prosedur dilakukan secara steril)
• Pingsan atau reaksi vasovagal pada sebagian kecil pasien yang sensitif terhadap jarum
Penting Diketahui
FNAB tidak menyebabkan penyebaran sel kanker melalui jalur jarum. Ketakutan ini sudah terbukti tidak berdasar secara ilmiah. Prosedur ini aman dilakukan bahkan pada benjolan yang dicurigai ganas.
Bagaimana Hasil FNAB Dilaporkan?
Hasil FNAB tiroid dilaporkan menggunakan Sistem Bethesda (Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology), sebuah sistem klasifikasi standar internasional dengan 6 kategori. Sistem ini membantu dokter Anda menentukan langkah selanjutnya.
Secara sederhana, hasil bisa berupa:
• Tidak Diagnostik (Kategori I): Sampel kurang memadai, perlu diulang
• Jinak/Benigna (Kategori II): Kemungkinan besar bukan kanker — biasanya cukup dipantau
• Tidak Pasti/Indeterminate (Kategori III–IV): Perlu pemeriksaan tambahan atau tindakan lanjut
• Dicurigai Ganas / Ganas (Kategori V–VI): Memerlukan tindakan bedah
Ingat: hasil FNAB bukan diagnosis akhir — melainkan panduan penting bagi dokter untuk merencanakan langkah berikutnya.
Yang Perlu Anda Lakukan Setelah FNAB
• Konsultasikan hasilnya dengan dokter spesialis Anda (dokter bedah, endokrinologi, atau THT-KL)
• Jangan menginterpretasikan sendiri hasil laboratorium tanpa penjelasan dokter
• Jika hasil 'tidak diagnostik', jangan panik — ini bisa terjadi dan biasanya cukup diulang
• Tanyakan kapan harus kontrol dan apa tanda-tanda yang perlu diwaspadai
BAGIAN 2
Referensi Klinis untuk Tenaga Kesehatan
FNAB: Tinjauan Klinis Komprehensif
Epidemiologi & Relevansi Klinis
Nodul tiroid merupakan entitas klinis yang sangat lazim, dengan prevalensi 8,5% pada populasi umum melalui palpasi (2–6% pada palpasi klinis; 19–35% pada USG; hingga 65% pada data otopsi). Di wilayah defisiensi iodium dan pada perempuan, prevalensi lebih tinggi.
FNAB dengan panduan USG (US-FNAB) telah menjadi modalitas diagnostik lini pertama yang paling cost-effective dalam evaluasi nodul tiroid sejak diperkenalkan di Skandinavia tahun 1960-an dan diadopsi luas di Amerika Utara pada 1980-an. Meta-analisis 11 studi AS menemukan distribusi hasil FNAB: benigna 72%, ganas 5%, indeterminate 17%, dan nondiagnostik 6%.
Nilai Strategis FNAB dalam Alur Diagnostik
FNAB menempati posisi sentral dalam piramida diagnostik nodul tiroid karena sejumlah keunggulan klinis dan operasional yang tidak tertandingi oleh modalitas lain:
1. Akurasi Diagnostik yang Telah Terbukti
FNAB tiroid dipandu USG memiliki performa diagnostik yang kuat:
Parameter
Nilai
2. Dampak Langsung pada Pengurangan Tindakan Operasi Tidak Perlu
Sebelum era FNAB, tingkat pembedahan tiroid untuk nodul jinak sangat tinggi — estimasi 40–50% tiroidektomi dilakukan pada lesi yang akhirnya terbukti benigna secara histopatologi. Penerapan FNAB sistematis terbukti:
• Menurunkan tingkat tiroidektomi diagnostik (exploratory) hingga 50–60% di berbagai pusat rujukan
• Meningkatkan prevalensi keganasan yang dikonfirmasi pada spesimen operasi dari ~15% menjadi >50% (hanya yang benar-benar indikasi yang dioperasi)
• Mengoptimalkan penggunaan sumber daya kamar operasi dan anestesi secara bermakna
• Menurunkan insidensi komplikasi pasca-tiroidektomi yang tidak perlu: hipoparatiroidisme, cedera n. laringeus rekuren
3. Posisi dalam Integrasi Diagnostik Multimoda
FNAB paling efektif ketika diintegrasikan dengan modalitas lain dalam alur diagnostik terintegrasi:
• USG + TIRADS: menentukan indikasi FNAB dan memandu jarum secara real-time; spesifisitas meningkat dibanding FNAB tanpa panduan
• FNAB + Bethesda: standardisasi pelaporan memungkinkan komunikasi lintas institusi dan benchmarking kualitas
• Bethesda III–IV + Uji Molekuler: menjembatani zona abu-abu indeterminate; ThyroSeq v3 dan Afirma GSC meningkatkan nilai prediksi negatif menjadi >97%
• FNAB + Klinis + Riwayat Famili: integrasi faktor risiko (riwayat radiasi, sindrom MEN2, riwayat keluarga) meningkatkan akurasi interpretasi secara keseluruhan
4. Cost-Effectiveness yang Terbuktikan
Analisis ekonomi kesehatan secara konsisten menunjukkan bahwa FNAB adalah investasi yang sangat menguntungkan dalam sistem kesehatan:
• Biaya FNAB (termasuk sitologi) berkisar 5–20 kali lebih rendah dibanding biaya operasi tiroid beserta hospitalisasinya
• Strategi 'FNAB terlebih dahulu' secara signifikan mengurangi total biaya per pasien dengan nodul tiroid dibanding strategi 'operasi semua yang mencurigakan'
• Uji molekuler ajuvan pada kasus indeterminate, meskipun mahal, terbukti cost-effective bila menghindari setidaknya satu lobektomi diagnostik
• Dalam konteks sistem kesehatan Indonesia, implementasi FNAB di FKRTL dan rumah sakit provinsi secara langsung mengurangi beban rujukan ke pusat bedah tersier
5. Peran Kunci dalam Deteksi Dini Kanker Tiroid
Insidensi kanker tiroid terus meningkat secara global — sebagian karena peningkatan deteksi insidental melalui pencitraan leher. FNAB berperan penting dalam:
• Mengidentifikasi karsinoma papiler tiroid (KPT), tipe paling umum, pada stadium I–II di mana angka survival 10 tahun mendekati 100%
• Mendeteksi karsinoma meduler tiroid sedini mungkin — jenis yang bersifat agresif dan membutuhkan pendekatan bedah yang berbeda
• Menghindari overdiagnosis dan overtreatment pada microcarcinoma (<1 cm) yang berperilaku indolen, sesuai tren active surveillance global
• Memberikan landasan sitologis untuk perencanaan operasi yang tepat: lobektomi vs. tiroidektomi total, perlu atau tidaknya diseksi kelenjar getah bening
Kesimpulan Strategis
FNAB adalah satu-satunya modalitas non-bedah yang mampu memberikan diagnosis seluler langsung dari nodul tiroid. Dikombinasikan dengan USG dan sistem pelaporan Bethesda yang terstandarisasi, FNAB membentuk tulang punggung tata laksana nodul tiroid modern — efisien secara biaya, aman bagi pasien, dan informatif bagi klinisi.
Indikasi FNAB Tiroid (Berbasis Panduan ATA 2015)
Panduan ATA 2015 mengadopsi pendekatan berbasis pola sonografi risiko keganasan, bukan kriteria tunggal. Lima pola risiko dan ambang batas ukuran untuk FNAB:
Teknik Pelaksanaan US-FNAB
Peralatan
• Jarum 23–27 gauge (paling umum 25 atau 27 gauge); spuit 10–20 mL
• Transducer USG linear frekuensi tinggi (7,5–15 MHz)
• Kaca objek, fiksatif (alkohol 95%), media liquid-based cytology (opsional)
• Holder pistol-grip (opsional, untuk kontrol aspirasi lebih baik)
Teknik Aspirasi vs. Non-Aspirasi
Dua teknik utama yang digunakan:
• Teknik aspirasi (FNA): Menggunakan negative pressure dari spuit untuk menarik sel; lebih banyak material tapi lebih besar risiko darah mengontaminasi sampel
• Teknik kapiler/non-aspirasi (FNNA): Gerakan jarum tanpa hisapan; menghasilkan sediaan lebih bersih dengan sedikit kontaminasi darah; semakin banyak diadopsi
Jumlah Pass dan ROSE
• Standar minimal: 2–3 pass per nodul untuk memastikan representasi yang adekuat
• Rapid On-Site Evaluation (ROSE) oleh sitologis: meningkatkan tingkat kecukupan spesimen; direkomendasikan bila tersedia
• Tanpa ROSE: 3 pass per nodule; dengan ROSE: jumlah pass dapat disesuaikan
Sistem Pelaporan Bethesda (TBSRTC) 2023
The Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology (TBSRTC) edisi ketiga (2023) tetap menggunakan 6 kategori dengan penyesuaian risiko keganasan berdasarkan data terkini:
* Risiko keganasan bervariasi berdasarkan institusi dan populasi. Angka di atas adalah estimasi rata-rata dari literatur internasional.
Jebakan Diagnostik & Keterbatasan FNAB
Keterbatasan Inherent
• Neoplasma folikular (Kategori IV): FNAB tidak dapat membedakan adenoma folikular dari karsinoma folikular karena kriteria diagnosis keganasan (invasi kapsul/vaskular) memerlukan pemeriksaan histologis specimen utuh
• Nodul kistik: Sel yang diperoleh dari kista mungkin terlalu sedikit atau degeneratif; risiko false-negative hingga 11–33% pada kasus tertentu
• Nodule >4 cm dengan sitologi negatif: Tetap memerlukan follow-up ketat dan re-FNAB dalam 6 bulan karena risiko false-negative lebih tinggi
False-Negative dan False-Positive
• False-negative keseluruhan: estimasi 1–11%; paling sering pada karsinoma folikular dan karsinoma papiler varian folikular
• False-positive: sekitar 1–8%; dapat terjadi pada tiroiditis Hashimoto, sel Hurthle, atau nodul hiperaktif
• Hasil FNAB yang meyakinkan (benigna) tidak boleh mengabaikan kecurigaan klinis yang kuat
Perbandingan Performa Berbagai Panduan Internasional
Studi komparatif pada 2.000 nodul tiroid (Ha EJ et al., Radiology 2018) membandingkan 7 panduan internasional:
• Sensitivitas tertinggi: KTA/KSThR (94,5%) > NCCN (92,5%) > ATA (89,6%)
• Spesifisitas tertinggi: ACR TI-RADS > SRU > FSE (dengan konsekuensi sensitivitas lebih rendah)
• Tingkat FNAB tidak perlu (unnecessary): terendah pada panduan ACR TI-RADS (25,3%), tertinggi pada KTA/KSThR (56,9%)
Pemilihan panduan yang digunakan harus disesuaikan dengan prevalensi kanker tiroid di populasi lokal, kapasitas laboratorium, dan kebijakan institusi masing-masing.
Manajemen Berdasarkan Kategori Bethesda
Kategori I – Tidak Diagnostik
• Ulangi US-FNAB dalam 3–6 bulan (minimal 3 bulan setelah FNAB pertama agar hematoma resolusi)
• Jika 2x berturut-turut nondiagnostik: pertimbangkan jumlah fitur sonografi mencurigakan untuk menentukan observasi vs. reseksi diagnostik
Kategori II – Benigna
• Follow-up klinis dan USG berkala (12–24 bulan)
• Re-FNAB jika ada pertumbuhan signifikan (>20% volume atau >2 mm pada 2 dimensi) atau perubahan gambaran sonografi yang mencurigakan
Kategori III – AUS/FLUS
• Uji molekuler (ThyroSeq v3 atau Afirma GSC) direkomendasikan sebagai langkah awal jika tersedia
• Alternatif: observasi dengan re-FNAB dalam 3–6 bulan, atau lobektomi diagnostik
• Modalitas molekuler meningkatkan nilai prediksi negatif dan dapat menghindari pembedahan pada kasus dengan profil molekuler benigna
Kategori IV – FN/SFN
• Uji molekuler dianjurkan; profil benigna dapat menghindari operasi
• Jika tanpa uji molekuler: lobektomi tiroid untuk histopatologi definitif
• Perhatian: karsinoma folikular onkositik (Hurthle cell) berperilaku berbeda dan risiko keganasan lebih tinggi
Kategori V & VI – Suspek Ganas / Ganas
• Tiroidektomi total pada sebagian besar kasus; pertimbangan lobektomi pada nodul terisolasi <4 cm tanpa ekstratiroid
• Konsultasi multidisiplin (bedah onkologi tiroid, endokrinologi, kedokteran nuklir)
• Staging prabedah dengan USG kelenjar getah bening leher dan, jika diindikasikan, CT scan
Peran Uji Molekuler Ajuvan
Pada kasus indeterminate (Kategori III–IV), pemeriksaan molekuler dapat meningkatkan akurasi diagnostik secara signifikan:
Platform
Mutasi BRAF V600E merupakan mutasi driver paling umum pada karsinoma papiler tiroid (40–80% kasus di Asia), dengan implikasi prognostik terhadap rekurensi dan respons terapi. NRAS Q61R paling sering ditemukan pada nodul folikular indeterminate dan karsinoma folikular. Dalam konteks praktik lokal Indonesia, sekuensing Sanger dari spesimen FNAB atau FFPE menjadi pilihan praktis yang feasible.
Dokumentasi & Pelaporan yang Baik
Laporan FNAB tiroid yang komprehensif harus mencantumkan:
• Kategori Bethesda yang jelas (I–VI) disertai deskripsi sitologi
• Adequacy statement: apakah spesimen memadai (minimal 6 cluster sel folikular, masing-masing ≥10 sel, dari minimal 2 pass)
• Deskripsi komponen dominan (sel folikular, koloid, sel radang, dll.)
• Temuan tambahan yang relevan (mikrokalsifikasi, sel Hurthle, sel papiler, dll.)
• Rekomendasi atau catatan klinis relevan sebagai panduan klinisi
Ringkasan Algoritma Tata Laksana
Referensi Utama
6. Haugen BR, et al. 2015 ATA Management Guidelines for Adult Patients with Thyroid Nodules and Differentiated Thyroid Cancer. Thyroid. 2016;26(1):1-133.
7. Cibas ES, Ali SZ. The 2017 Bethesda System for Reporting Thyroid Cytopathology. Thyroid. 2017;27(11):1341-1346.
8. Ha EJ, et al. US Fine-Needle Aspiration Biopsy for Thyroid Malignancy: Diagnostic Performance of Seven Society Guidelines Applied to 2000 Thyroid Nodules. Radiology. 2018;287(3):893-900.
9. Interpreting thyroid fine-needle aspiration biopsy. Thyroid Research and Practice. 2024;20(1):15-21.
10. Fine-Needle Aspiration of the Thyroid Gland. In: Endotext [Internet]. NCBI Bookshelf. Updated 2023.
11. Lung K, Madeka I, Willis AI. Current Surveillance and Treatment Guidelines for Thyroid Carcinoma. Curr Surg Rep. 2024;12:333-341.
12. American Thyroid Association. Fine Needle Aspiration Biopsy of Thyroid Nodules. www.thyroid.org. Diakses 2025.
dr. Alendra Chakramurty Sp.PA, FISQua